<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340</id><updated>2011-04-22T04:16:48.130+07:00</updated><title type='text'>Mutiaraku</title><subtitle type='html'>Di Sini Adalah Kumpulan Crita Mutiara Hidup Yang Diambil Dari Berbagai Sumber</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-744228562507758548</id><published>2008-04-14T15:43:00.001+07:00</published><updated>2008-04-14T16:02:25.720+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;PERSAHABATAN KERANG DAN MUTIARA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Malam ini angin berhembus lembut, permukaan laut tenang, ada sedikit cahaya rembulan menerobos masuk ke dasar laut mana seekor kerang sedang duduk menikmati suasana temaram dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelombang lembut di dasar laut sana membawa pasir-pasir menari mengikuti arus bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutir pasir masuk ke dalam tubuh kerang, membuat sang kerang kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heiii, siapakah kau gerangan, sang kerang bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah pasir, gelombang lautlah yang membawa aku ketempatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah kau ? tanya sang pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kerang, penghuni dasar lautan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perkenalan sang kerang dengan butir pasir tersebut. Perkenalan tersebut pada awalnya hampa rasanya, mungkin hanya ibarat sebutir pasir besarnya. Sampai suatu saat, sang dewi rembulan melihat persahabatan yang hampa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang dewi berkata, wahai kerang tidakkah kau dapat lebih mencurahkan rasa persahabatan mu pada butir pasir lembut tersebut, dia begitu kecil dan lembut. Mulai sekarang biar aku mengajarkan bagaimana rasa persahabatan itu agar hidupmu lebih berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lembut sang dewi mengajarkan, tidak sia-sia apa yang diajakan sang dewi rembulan, persahabatan antara sang kerang dengan butir pasir lembut tersebut berbuah hasil. Ada canda, ada tawa, mereka berbagi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan itu telah merubah butir pasir lembut tersebut menjadi sebutir mutiara muda yang berwarna putih. Warna putih tersebut merupakan warisan sang dewi rembulan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang yang terik, pada saat mereka sedang berbagi rasa di dasar laut yang  berselimut  pasir putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba mereka mendengar seruan ? hai sahabat, apa yang sedang kalian lakukan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kerang menjawab "Siapa kah engkau gerangan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai  kerang tidakkah engkau mengenali  aku ? aku Surya, dewa penguasa matahari yang menyinari seluruh bumi di siang  hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  melihat persahabatanmu  dan  mutiara muda itu tulus sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kerang menjawab, itu merupakan hasil didikan dewi rembulan yang lembut dan penuh cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, biar aku lengkapi ajaran sang dewi, biar aku ajarkan kepada kalian tentang hangatnya cinta",jawab sang matahari. Seiring terbit dan tenggelamnya mentari, sang raja surya memupuk sang kerang dan mutiara muda dengan perasaan cinta. Jatuh cintalah sang kerang dengan mutiara muda itu. Mutiara muda itu sekarang menjadi sebutir mutiara putih bersih dan berkilau mewarisi sifat sang dewa surya, dan dibalut dengan cinta sang kerang, indah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sang kerang dan butir mutiara itu indah sekali, cinta mereka tulus, berbagai duka, suka, mereka lalui bersama. Tidak ada hari-hari seindah hari-hari yang mereka lalui. Suatu hari seekor ikan yang lewat berkata kepada sang butir mutiara "wahai mutiara elok, tahun depan Raja dari kerajaan di sebarang sana akan mengadakan pemilihan mutiara terindah, tidakkah kau tertarik untuk mengikutinya, rupamu elok, aku yakin raja akan memilihmu" kata sang ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benarkah begitu ?"  tanya sang mutiara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan menyampaikan kabar gembira ini pada sang kerang kekasihku", sambung sang mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat itu sang mutiara rajin mempercantik diri, sang kerang juga memberinya semangat dan dorongan. Namun sang kerang tidak menyadari, keinginan besar sang mutiara untuk menang telah merubah sikap sang mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu hari mutiara tersebut berkata kepada sang kerang "Wahai kekasihku kerang, perlombaan itu hampir tiba saatnya, aku ingin keluar sebagai pemenang, aku ingin mencapai cita-citaku, adalah lebih baik mulai saat ini kau menjadi temanku saja, bukan seorang kekasih. Aku ingin mencurahkan seluruh perhatianku untuk lomba itu, aku tidak mau terganggu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata tersebut melukai perasaan sang kerang, airmata jatuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau melakukan ini padaku, aku menyayangimu dengan segenap hatiku, tidakkah engkau tahu perasaanku, aku memang tidak mudah mengungkapkan perasaanku, aku kaku laksana kulitku yang keras, tapi mengapa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kerang yang baik, untuk apa engkau menangis, aku akan tetap menjadi sahabatmu, aku tetap akan menjaga hubungan kita" kata sang mutiara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiba waktu  perlombaan tersebut, sang raja langsung jatuh hati kepada butir mutiara tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah mutiara terindah yang pernah aku jumpai, aku  memilihnya" kata sang&lt;br /&gt;raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mutiara tersebut bersanding menjadi liontin sang raja. Setiap hari sang raja mengaguminya. Sang mutiara telah melupakan sang kerang, sang mutiara asik melayani sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggallah sang kerang yang kembali duduk di keheningan di dasar laut sana, sepi, hampa hidup sang kerang itu. Setiap hari ia menunggu sang angin menyampaikan kabar dari sang mutiara, satu hari, dua hari, seminggu tidak ada kabar dari sang mutiara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarlah aku menitip pesanku pada sang angin untuk mutiaraku" pikir sang kerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai angin, sampaikan rasa rinduku pada mutiaraku yang ada di negeri seberang sana" pekik sang kerang. Sang angin menyampaikan pesan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa kata sang mutiara indah "Angin, sampaikan kepada sang kerang, jangan ganggu aku, aku sibuk sekali melayani sang raja, dan sampaikan juga padanya untuk mencari mutiara lain saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar ini membuat sang kerang sedih, namun dalam kesedihannya rasa sayang sang kerang terhadap sang mutiara mengalahkan rasa kecewanya,ia tetap berdoa pada Ilahi agar sang mutiara berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sahabat dalam kehidupan nyata ini banyak persahabatan yang berakhir dengan sebuah hubungan cinta, jika kedua belah pihak punya komitmen, dan mau menanggung duka dan suka bersama-sama, hubungan itu bisa berakhir dengan sebuah jenjang pernikahan yang suci. Namun bisa juga percintaan itu berakhir dengan sebuah permusuhan yang mengakibatkan kedua belah pihak atau salah satunya terluka, kalaupun cinta itu dapat berakhir lagi dengan sebuah persahabatan, percayalah rasa persahabatan itu akan lain, akan hambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luka dari cinta itu Cuma bisa disembuhkan oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda memilih menjadi kerang tersebut atau mutiara indah tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah anda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-744228562507758548?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/744228562507758548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=744228562507758548&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/744228562507758548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/744228562507758548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/persahabatan-kerang-dan-mutiara-malam.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-6667354274696954120</id><published>2008-04-14T14:48:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T14:50:08.727+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berani Mencoba..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?" "Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita teryata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun, yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah engkau lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Cetivasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-6667354274696954120?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/6667354274696954120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=6667354274696954120&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6667354274696954120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6667354274696954120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/berani-mencoba.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-6731699496780780557</id><published>2008-04-14T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-04-14T14:47:55.145+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Garam...Telaga...!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia. Tanpa Membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.&lt;br /&gt;"Pahit. Pahit sekali", jawab sang tamu, sambil meludah kesamping. Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah". Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, Bagaimana rasanya?". "Segar.", sahut tamunya.&lt;br /&gt;"Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;"Tidak", jawab si anak muda. Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk&lt;br /&gt;punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu.&lt;br /&gt;"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama".&lt;br /&gt;"Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung ! pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu". Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat.&lt;br /&gt;"Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksanatelaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Motivasi Net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-6731699496780780557?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/6731699496780780557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=6731699496780780557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6731699496780780557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6731699496780780557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/garam.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-4451574030063328346</id><published>2008-04-11T17:16:00.001+07:00</published><updated>2008-04-11T17:19:08.276+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Saringan Tiga Kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="verdana8point"  style="font-family:courier new;"&gt;Di zaman Yunani kuno, Dr. Socrates adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanannya yang tinggi. Suatu hari seorang laki-laki berjumpa dengan Socrates dan berkata, " Tahukah Anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman Anda ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu sebentar," jawab Dr. Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin Anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian tersebut dinamakan Ujian Saringan Tiga Kali. "Saringan tiga kali ?"tanya laki-laki tersebut. "Betul,"lanjut Dr. Socrates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelum Anda mengatakan kepada saya mengenai teman saya, mungkin merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai Ujian Saringan Tiga Kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saringan yang pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah Anda bahwa apa yang Anda akan katakan kepada saya adalah benar ? "Tidak, belum tentu benar,"kata laki-laki tersebut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada Anda." "Baiklah," kata Socrates,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi Anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak. "Sekarang mari kita coba saringan kedua yaitu : KEBAIKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang akan Anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik ? "Tidak, sebaliknya, mengenai hal yang buruk,"jawab laki-laki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, "lanjut Socrates, "Ada ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi Anda tidak yakin kalau itu benar. "Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, yaitu : KEGUNAAN. Apakah apa yang Anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut akan berguna buat saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, sungguh tidak," jawab laki-laki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu," simpul Dr. Socrates, "Jika apa yang Anda ingin beritahukan kepada saya tentang teman saya tersebut tidak benar, tidak juga baik, bahkan tidak berguna untuk saya, kenapa ingin menceritakan kepada saya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah panah yang telah melesat dari busurnya dan membunuh seseorang yang tak bersalah, dan kata-kata yang telah diucapkan yang menyakiti hati seseorang, keduanya tidak pernah bisa ditarik kembali. Jadi sebelum berbicara tentang seseorang, gunakanlah Saringan Tiga Kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Motivasi Net&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-4451574030063328346?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/4451574030063328346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=4451574030063328346&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4451574030063328346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4451574030063328346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/saringan-tiga-kali-di-zaman-yunani-kuno.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-2989405996573834040</id><published>2008-04-11T17:12:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T17:13:38.421+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);" class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Hidup Adalah Pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit&lt;br /&gt;yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku&lt;br /&gt;dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya&lt;br /&gt;tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam&lt;br /&gt;musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun&lt;br /&gt;pagi di pucuk-pucuk daunku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah&lt;br /&gt;ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana&lt;br /&gt;sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan&lt;br /&gt;tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan&lt;br /&gt;terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan&lt;br /&gt;pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk&lt;br /&gt;mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai&lt;br /&gt;semuanya aman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon&lt;br /&gt;yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan,&lt;br /&gt;kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau&lt;br /&gt;menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan&lt;br /&gt;gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: Cetivasi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-2989405996573834040?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/2989405996573834040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=2989405996573834040&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/2989405996573834040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/2989405996573834040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/hidup-adalah-pilihan-ada-2-buah-bibit.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-2502686695444879142</id><published>2008-04-11T17:07:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T17:11:33.299+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Ceritakan Pada Dunia Untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa&lt;br /&gt;pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?"&lt;br /&gt;Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh," sahutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan."&lt;br /&gt;Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil.&lt;br /&gt;"Saya rasa kamu tak akan pe rnah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku.&lt;br /&gt;Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mau membicarakan itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?"&lt;br /&gt;Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang 'utama' dalam hidup ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku.&lt;br /&gt;"Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Bapak itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;"Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya",&lt;br /&gt;Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan.&lt;br /&gt;Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.&lt;br /&gt;Tapi tak terjadi apa pun.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit : ayah saya.&lt;br /&gt;Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya.&lt;br /&gt;"Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali."&lt;br /&gt;Korannya turun perlahan 8 cm. " Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu.&lt;br /&gt;"Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku.&lt;br /&gt;Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tommy," aku tersedak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali.&lt;br /&gt;Saya tak akan mampu hadir di kuliah Bapak," katanya.&lt;br /&gt;"Saya tahu, Tommy."&lt;br /&gt;"Maukah Bapak menceritakannya untuk saya?&lt;br /&gt;Maukah Bapak menceritakannya pada dunia untuk saya?"&lt;br /&gt;"Ya, Tommy. Saya akan melakukannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sebarkan e-mail ini untuk membantu Pater John menyebarkan cerita Tommy pada dunia).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-2502686695444879142?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/2502686695444879142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=2502686695444879142&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/2502686695444879142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/2502686695444879142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/ceritakan-pada-dunia-untukku-sekitar-14.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-4668622460192193213</id><published>2008-04-11T17:05:00.000+07:00</published><updated>2008-04-11T17:06:53.551+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Hati Seluas Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Dahulu kala, hiduplah seorang guru yang terkenal bijaksana. Pada suatu pagi, datanglah seorang pemuda dengan langkah lunglai dan rambut masai. Pemuda itu sepertinya tengah dirundung masalah. Tanpa membuang waktu, dia mengungkapkan keresahannya: impiannya gagal, karier, cinta, dan hidupnya tak pernah berakhir bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru mendengarkannya dengan teliti dan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia taburkan garam itu ke dalam gelas, lalu dia aduk dengan sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?" pinta Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asin dan pahit, pahit sekali," jawab pemuda itu, sembari meludah ke tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga di hutan dekat kediamannya. Kedua orang itu berjalan beriringan dalam kediaman. Sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Sang Guru lalu menaburkan segenggam garam tadi ke dalam telaga. Dengan sebilah kayu, diaduknya air telaga, membuat gelombang dan riak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah air telaga tenang, ia pun berkata, "Coba, ambil air dari telagaini, dan minumlah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tamu itu selesai meneguk air telaga, Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segar," sahut pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu masih merasakan garam di dalam air itu?" tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab si anak muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk bersimpuh di tepi telaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seumpama segenggam garam. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.Tetapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah atau tempat yang kita pakai. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagaimana cara kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan atau kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskan cara pandang terhadap kehidupan. Kamu akan banyak belajar dari keluasan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hatimu anakku, adalah wadah itu. Batinmu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah hatimu seluas telaga yang mampu meredam setiap kepahitan. Hati yang seluas dunia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya beranjak pulang. Sang Guru masih menyimpan "segenggam garam" untuk orang-orang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan hati.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-4668622460192193213?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/4668622460192193213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=4668622460192193213&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4668622460192193213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4668622460192193213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/hati-seluas-dunia-dahulu-kala-hiduplah.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-5627293757241777276</id><published>2008-04-11T17:02:00.001+07:00</published><updated>2008-04-11T17:04:33.681+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;b&gt;Sss..Tau Gak Siii ..? Ternyata Ayah Itu Menakjubkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: courier new;" class="verdana8point"&gt;Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis....jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa "melihat" para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah benar-benar senang membantu seseorang... tapi ia sukar meminta bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..." tidak terlalu mengecewakan" (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam...walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AYAH ITU MURAH HATI..... Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang&lt;br /&gt;kamu butuhkan.... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah akan berkata "tanyakan saja pada ibumu" ketika ia ingin berkata "tidak".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengatakan "tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster... tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak salah ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: "jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: "jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya padamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,&lt;br /&gt;ssssssssttt. ..! Tau gak siii? Ternyata ayah itu benar-benar MENAKJUBKAN&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-5627293757241777276?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/5627293757241777276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=5627293757241777276&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/5627293757241777276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/5627293757241777276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/sss.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-3005963396188129283</id><published>2008-04-10T16:23:00.000+07:00</published><updated>2008-04-10T16:38:52.703+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 style="font-family: courier new;" class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div face="verdana" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;pemuda&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mendatangi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Zun&lt;/span&gt;-Nun &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bertanya&lt;/span&gt;, "Guru, &lt;span&gt;saya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mengerti&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mengapa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;orang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Anda&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mesti&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berpakaian&lt;/span&gt; &lt;span&gt;apa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;adanya&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;amat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sangat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sederhana&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Bukankah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;masa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seperti&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berpakaian&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sebaik-baiknya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;amat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;perlu&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;bukan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span&gt;penampilan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;melainkan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;juga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span&gt;banyak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tujuan&lt;/span&gt; lain&lt;span&gt;?&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Sang &lt;span&gt;&lt;span&gt;sufi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tersenyum&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lalu&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;melepaskan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span&gt;salah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;jarinya&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;lalu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berkata&lt;/span&gt;, "&lt;span&gt;Sobat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;muda&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;akan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kujawab&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pertanyaanmu&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;tetapi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dahulu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lakukan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;hal&lt;/span&gt; &lt;span&gt;untukku&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;Ambillah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bawalah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pasar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seberang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;Bisakah&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menjualnya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seharga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;&lt;span&gt;?.&lt;/span&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span&gt;Melihat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Zun&lt;/span&gt;-Nun yang &lt;span&gt;kotor&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;pemuda&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tadi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;merasa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ragu&lt;/span&gt;, "&lt;span&gt;Satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;&lt;span&gt;?.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;tidak&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;yakin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dijual&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seharga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt; &lt;span&gt;"&lt;span&gt;Cobalah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dulu&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;sobat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;muda&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Siapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berhasil&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pemuda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt; pun &lt;span&gt;bergegas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pasar&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menawarkan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kain&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sayur&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;penjual&lt;/span&gt; &lt;span&gt;daging&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ikan&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;serta&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kepada&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;lainnya&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ternyata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seorang&lt;/span&gt; pun &lt;span&gt;berani&lt;/span&gt; &lt;span&gt;membeli&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seharga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Mereka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;menawarnya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;perak&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Tentu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;saja&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;pemuda&lt;/span&gt; &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berani&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menjualnya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;harga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;perak&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kembali&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;padepokan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Zun&lt;/span&gt;-Nun &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;melapor&lt;/span&gt;, "Guru, &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seorang&lt;/span&gt; pun &lt;span&gt;berani&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menawar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span&gt;satu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;perak&lt;/span&gt;." &lt;span&gt;&lt;span&gt;Zun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;-Nun, &lt;span&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tetap&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span&gt;arif&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;berkata&lt;/span&gt;, "&lt;span&gt;Sekarang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pergilah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kamu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;toko&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;belakang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;jalan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Coba&lt;/span&gt; &lt;span&gt;perlihatkan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pemilik&lt;/span&gt; &lt;span&gt;toko&lt;/span&gt; &lt;span&gt;atau&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tukang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;&lt;span&gt;Jangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;buka&lt;/span&gt; &lt;span&gt;harga&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;dengarkan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;saja&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bagaimana&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ia&lt;/span&gt; &lt;span&gt;memberikan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;penilaian&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Pemuda&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt; pun &lt;span&gt;pergi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;toko&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;dimaksud&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kembali&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kepada&lt;/span&gt; &lt;span&gt;Zun&lt;/span&gt;-Nun &lt;span&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;raut&lt;/span&gt; &lt;span&gt;wajah&lt;/span&gt; yang  lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Ia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kemudian&lt;/span&gt; &lt;span&gt;melapor&lt;/span&gt;, "Guru, &lt;span&gt;ternyata&lt;/span&gt; &lt;span&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pasar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tahu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;nilai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sesungguhnya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;&lt;span&gt;Pedagang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menawarnya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;harga&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seribu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;keping&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Rupanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;nilai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;cincin&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ini&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seribu&lt;/span&gt; kali &lt;span&gt;lebih&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tinggi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;daripada&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;ditawar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;oleh&lt;/span&gt; &lt;span&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pasar&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Zun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;-Nun &lt;span&gt;tersenyum&lt;/span&gt; &lt;span&gt;simpul&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sambil&lt;/span&gt; &lt;span&gt;berujar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lirih&lt;/span&gt;, "&lt;span&gt;Itulah&lt;/span&gt; &lt;span&gt;jawaban&lt;/span&gt; &lt;span&gt;atas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pertanyaanmu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tadi&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sobat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;muda&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51); font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Seseorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt; &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dinilai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dari&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pakaiannya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;  &lt;span&gt;&lt;span&gt;Hanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  "&lt;span&gt;para&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sayur&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;ikan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;daging&lt;/span&gt; &lt;span&gt;di&lt;/span&gt; &lt;span&gt;pasar&lt;/span&gt;" yang &lt;span&gt;menilai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;demikian&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Namun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;tidak&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bagi&lt;/span&gt; "&lt;span&gt;pedagang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;".&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;permata&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;ada&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dalam&lt;/span&gt; &lt;span&gt;diri&lt;/span&gt; &lt;span&gt;seseorang&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dilihat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dinilai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;jika&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mampu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;melihat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kedalaman&lt;/span&gt; &lt;span&gt;jiwa&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span&gt;Diperlukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;span&gt;kearifan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;untuk&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menjenguknya&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; Dan &lt;span&gt;itu&lt;/span&gt; &lt;span&gt;butuh&lt;/span&gt; &lt;span&gt;proses&lt;/span&gt;, &lt;span&gt;wahai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sobat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;mudaku&lt;/span&gt;. &lt;span&gt;Kita &lt;span&gt;tak&lt;/span&gt;  &lt;span&gt;bisa&lt;/span&gt; &lt;span&gt;menilainya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;hanya&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dengan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;tutur&lt;/span&gt; &lt;span&gt;kata&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sikap&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dengar&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lihat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sekilas&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: courier new; text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" lang="EN"&gt;“&lt;span&gt;Seringkali&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;disangka&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ternyata&lt;/span&gt; &lt;span&gt;loyang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;dan&lt;/span&gt; yang &lt;span&gt;kita&lt;/span&gt; &lt;span&gt;lihat&lt;/span&gt; &lt;span&gt;sebagai&lt;/span&gt; &lt;span&gt;loyang&lt;/span&gt; &lt;span&gt;ternyata&lt;/span&gt; &lt;span&gt;emas&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-3005963396188129283?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/3005963396188129283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=3005963396188129283&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/3005963396188129283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/3005963396188129283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/emas-seorang-pemuda-mendatangi-zun-nun.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-4905240277007757721</id><published>2008-04-10T16:20:00.000+07:00</published><updated>2008-04-10T16:23:10.323+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-family: courier new;" class="snap_preview"&gt;&lt;h2&gt;  &lt;/h2&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;Permohonan Seorang Suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;Ada sebuah kisah sebuah keluarga, begini nich :&lt;br /&gt;Ceritanya seorang suami lagi ngambek lalu protes, dan yang lebih konyolnya lagi, si Suami memohon kepada Tuhan agar mengabulkan permohonannya. Tapi ternyata….&lt;br /&gt;Yuk baca aja sekelumit ceritanya yach…&lt;br /&gt;&lt;span id="more-231"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang lelaki berdoa: “Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami.” (Semoga aja nggak ada suami beneran kayak gini yach ? hehehe)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tuhan merasa simpati dan mengabulkan do’anya. Keesokan paginya, lelaki yang&lt;br /&gt;telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang telah dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, “Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi. Lalu,” Tuhan menjawab: “Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil.” &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Olala…ternyata aku salah duga, keluhnya dalam hati…..(hehehe…emangnye enak jadi isteri….).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oop…itu hanya ilustrasi cerita belaka. Maksudnya peran apapun harus kita terima dengan sepenuh hati. Menyadari dan menerima kodrat yang telah digariskan oleh Tuhan itu adalah kewajiaban kita sebagi hamba-NYA, yach nggak ???.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-4905240277007757721?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/4905240277007757721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=4905240277007757721&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4905240277007757721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/4905240277007757721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/permohonan-seorang-suami-ada-sebuah.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-7585526892681528944</id><published>2008-04-09T17:17:00.001+07:00</published><updated>2008-04-09T17:24:25.727+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;Berhentilah Jadi Gelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; belakangan ini selalu tampak murung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; murid muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; yang diminta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; asin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; meringis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; keasinan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; di hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; danau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; kepadanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; tersisa di mulutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; bebas dari penderitaan dan masalah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; "Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt; jadi sebesar danau." (From : Suluk - Blogsome)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-7585526892681528944?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/7585526892681528944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=7585526892681528944&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/7585526892681528944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/7585526892681528944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/berhentilah-jadi-gelas-seorang-guru.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-5820785864206426521</id><published>2008-04-08T16:02:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T16:03:29.108+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; font-family: courier new; color: rgb(0, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;HARI       INI ADALAH ABADI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color:#000080;"&gt;&lt;span style=""&gt;Seorang       bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali       tak perlu anda khawatirkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color:#000080;"&gt;&lt;span style=""&gt;Yang       pertama: hari kemarin. Anda tak bisa        mengubah apa pun yang       telah terjadi. Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Anda       tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda       rasakan kemarin. Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-family: courier new;color:#000080;" &gt;&lt;span style=""&gt;Yang       kedua: hari esok. Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang       akan terjadi. Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari. Anda tak mungkin       sedih atau ceria di esok hari. Esok hari belum tiba; biarkan saja. Yang       tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup; pintu masa       depan pun belum tiba. Pusatkan saja diri anda untuk hari ini. Anda dapat       mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari       kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini.       Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.       Hiduplah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;apa       adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-5820785864206426521?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/5820785864206426521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=5820785864206426521&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/5820785864206426521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/5820785864206426521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/hari-ini-adalah-abadi-seorang-bijak.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-6226741344945828648</id><published>2008-04-08T15:56:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T16:31:48.299+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;font-family:courier new;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);font-size:100%;" &gt;TAK SESULIT YANG       ANDA BAYANGKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;                         &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Di       sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang petani       tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu besar       itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di       sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh       tidak baik.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari       ini mata bajaknya pecah lagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua kesulitan       yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan untuk       melakukan sesuatu pada batu itu. Lalu ia mengambil linggis dan mulai       menggali lubang di bawah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;batu.       Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal       sekitar 6 inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan       dengan palu biasa. Kemudian ia lalu menghancurkan batu itu sambil       tersenyum gembira. Ia teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya       selama bertahun-tahun oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah       dan cepat.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);font-family:courier new;" &gt;       &lt;u&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Renungan:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;                               &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:12;"&gt;Kita sering ditakuti oleh bayangan seolah permasalahan       yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita mau melakukan sesuatu,       persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi persoalan anda sekarang.       Karena belum tentu sebesar yang anda takutkan, dan belum tentu sesulit       yang anda bayangkan.&lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-6226741344945828648?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/6226741344945828648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=6226741344945828648&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6226741344945828648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/6226741344945828648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/tak-sesulit-yang-anda-bayangkan-di.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-8533194844053782228</id><published>2008-04-08T15:47:00.002+07:00</published><updated>2008-04-08T15:53:34.150+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: center; font-family: courier new; color: rgb(0, 153, 0);" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bicara       Dengan Bahasa Hati&lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color:#000080;"&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style=""&gt;Tak       ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak       dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat       dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh       ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.       Semua itu haruslah berasal dari hati anda.    &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color:#000080;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke       hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapatajam       otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style=""&gt;menjalani       segala sesuatunya.Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi       hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan       berbagai gula-gula dan ata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia       merasakan detak jantung yang tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      &lt;span style=""&gt;jauh       di dalam dada anda. &lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-family: courier new;color:#000080;" &gt;&lt;span style=""&gt;Mulailah dengan melembutkan hati sebelum       memberikannya pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      keberhasilan       anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-8533194844053782228?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/8533194844053782228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=8533194844053782228&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/8533194844053782228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/8533194844053782228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/bicara-dengan-bahasa-hati-tak-ada-musuh.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9102906123366949340.post-7748149454734737908</id><published>2008-04-08T15:38:00.001+07:00</published><updated>2008-04-08T15:55:40.460+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 style="text-indent: 0.5in; color: rgb(51, 204, 0); font-family: courier new;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Ibunda, Kenapa Engkau Menangis       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;       &lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Suatu       ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. "Ibu,       mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab, Ibu adalah       seorang wanita, Nak". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi.       Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak       akan pernah mengerti...."&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian, anak itu bertanya       pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis       tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita       memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa       diberikan ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style=""&gt;Lama       kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya,       mengapa wanita menangis.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Pada suatu malam, ia bermimpi       dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali       menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan       wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu       menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus       cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Kuberikan wanita kekuatan       untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau,       seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Kuberikan keperkasaan, yang       akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah       putus asa.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Pada wanita, Kuberikan       kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau       lelah, tanpa berkeluh kesah.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kuberikan wanita, perasaan       peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi       apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu       melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan       memberikan kehangatan pada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style=""&gt;bayi-bayi       yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan       kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;span style=""&gt;Kuberikan wanita kekuatan       untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung       baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style=""&gt;jantung       agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style=""&gt;memberikan       pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah       melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji       setiap kesetiaan yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     &lt;span style=""&gt;diberikan       kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling       menyayangi.&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 0.5in; font-family: courier new;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Dan, akhirnya, Kuberikan ia       air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan       kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah       kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah       air mata kehidupan".&lt;o:p&gt;       &lt;/o:p&gt;       &lt;/span&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Maka, dekatkanlah diri kita       pada sang Ibu kalau beliau masih hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9102906123366949340-7748149454734737908?l=wen-mutiara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/feeds/7748149454734737908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9102906123366949340&amp;postID=7748149454734737908&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/7748149454734737908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9102906123366949340/posts/default/7748149454734737908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://wen-mutiara.blogspot.com/2008/04/ibunda-kenapa-engkau-menangis-suatu.html' title=''/><author><name>wen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14336771424650890091</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
